Aang Kesbangpolinmas Sanggau (1)

Dugaan Pemerasan Atas Nama LSM

SANGGAU–Indikasi adanya pemerasan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terjadi di Kabupaten Sanggau. Bahkan berdasarkan data laporan yang diterima oleh Kesbangpolinmas Kabupaten Sanggau, sedikitnya telah terjadi 2 kasus pemerasan dengan modus menakut-nakuti korban atasnama LSM atau Ormas. Demikian disampaikan Kepala Seksi Kelembagaan Kesbangpolinmas Kabupaten Sanggau, Aang Syahroni, Senin (16/7).
“Ada temuan yang terlapor ke kita, di Desa Kambuh Kecamatan Bonti, mereka mengatasnamakan LSM memeras ADD. Ada juga banyak di beberapa Desa lain, seperti di Desa Embala Kecamatan Parindu. Sasaran mereka para Kepala-kepala Desa. Berdasarkan laporan yang masuk, pihak-pihak tersebut ada yang mengaku dari LSM Lumbung Informasi Rakyat. Tapi sejauh ini masih dugaan, kita masih teliti lebih lanjut, belum pernah sampai kepada pihak berwajib,” ungkapnya.

Sehingga dengan adanya kejadia-kejadian tersebut, kini pihak Kebangpolinmas, kata Aang, saat ini sudah lebih memperketat penerbitan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) bagi para LSM/Orkemas/OKP dan bentukan serupa lainnya dalam melakukan pendaftaran di Kesbangpolinmas Kabupaten Sanggau. Sementara otu, dalam Permendagri nomor 33 tahun 2012 itu, lebih memfokuskan kepada pihak Kesbangpolinmas untuk melakukan penelitian lapangan dan evaluasi tentang kebenaran keberadaan Orkemas/LSM tersebut.

“Hal itu sesuai dengan keluarnya Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 33 tahun 2012 tentang pedoman pendaftaran Orkemas dilingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah. Keluarnya Permendagri tersebut juga sebagai upaya antisipasi bagi keberadaan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dengan mengatasnamakan Orkemas atau LSM tertentu,” katanya.

Disamping itu, dirinya juga menghimbau kepada masyarakat dan  perangkat desa untuk selalu berhati-hati agar tidak terjebak oleh pihak-pihak yang sering memanfaatkan situasi untuk melakukan pemerasan.

“Kalau ada pihak-pihak yang menagaku-ngaku dari LSM, mohon kepada masyarakat atau perangkat desa untuk meminta kepada LSM tersebut untuk menunjukkan kartu SKT-nya. Kalau tidak ada, jangan dilayani. Atau sebaiknya laporkan saja kepada pihak kepolisian di wilayah masing-masing,” tegasnya. (sgg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *